expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 28 Agustus 2014

Teruntuk kamu yang ku tunggu kehadirannya



“Sebelum kita sejauh matahari kita pernah sedekat nadi”. Iya! memang nyatanya kita pernah deket banget dulunya, deket seperti  tidak ada celah diantara kita berdua. Namun setelah kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan ku, kau memberi jarak yang begitu jauh, kau sebagai matahari dan aku? Aku adalah planet pluto! Kita jauh, ya kita berjauhan.
Kau pergi namun bayangan mu masih tinggal bersamaku disini”. Iya! Fisik mu memang benar pergi meninggalkan ku sendirian tapi bayangan mu? bayanganmu tertinggal, dan aku masih merasakan ragamu selalu ada di sampingku, dan tetap tinggal bersamaku.
Setelah beberapa bulan kepergian mu, aku menunggumu dan sembari aku berharap kamu  akan kembali, aku berharap kamu pulang membawakan banyak cinta yang kau jaga untukku selama kau pergi. Namun nyatanya? Kamu tak kunjung kembali, padahal aku sudah berharap dan menunggu lumayan lama. Tapi aku tidak akan patah semangat! Aku akan selalu meunggumu, selama apapun itu.
                Tapi di dalam benakku selalu muncul pertanyaan bodoh, “apakah kamu melupakan aku, sehingga kamu tidak kembali? Apakah aku yang terlalu bodoh menunggumu untuk kembali? Apakah kamu yang terlalu jahat meninggalkan aku pergi dan tidak kembali?”.
aku segera menghapus pertanyaan bodoh itu ketika aku berfikiran seperti itu.
                Menurutku aku tidak bodoh menunggu mu, hanya saja aku sangat mencintai mu dan selalu mengharapkan mu kembali, Apakah itu salah? Sebagian teman-temanku berkata itu salah! Namun aku tidak perduli dengan apa yang dia omongkan itu, aku hanya menunggu, menunggu , menunggu dan menunggu hingga kamu kembali padaku.
                Disuatu sisi aku selalu ingin memperjuangkan mu, tapi kamu menghilang entah kemana, sudah cukup lama kamu menghilang dan tak kembali. Ketahuilah aku sangat merindukan keberadaanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar