“Sebelum kita sejauh matahari
kita pernah sedekat nadi”. Iya! memang nyatanya kita pernah deket banget
dulunya, deket seperti tidak ada celah
diantara kita berdua. Namun setelah kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan
ku, kau memberi jarak yang begitu jauh, kau sebagai matahari dan aku? Aku
adalah planet pluto! Kita jauh, ya kita berjauhan.
Kau pergi namun bayangan mu masih
tinggal bersamaku disini”. Iya! Fisik mu memang benar pergi meninggalkan ku
sendirian tapi bayangan mu? bayanganmu tertinggal, dan aku masih merasakan ragamu selalu ada di sampingku, dan
tetap tinggal bersamaku.
Setelah beberapa bulan kepergian
mu, aku menunggumu dan sembari aku berharap kamu akan kembali, aku berharap kamu pulang
membawakan banyak cinta yang kau jaga untukku selama kau pergi. Namun nyatanya?
Kamu tak kunjung kembali, padahal aku sudah berharap dan menunggu lumayan lama.
Tapi aku tidak akan patah semangat! Aku akan selalu meunggumu, selama apapun
itu.
Tapi di
dalam benakku selalu muncul pertanyaan bodoh, “apakah kamu melupakan aku,
sehingga kamu tidak kembali? Apakah aku yang terlalu bodoh menunggumu untuk
kembali? Apakah kamu yang terlalu jahat meninggalkan aku pergi dan tidak
kembali?”.
aku segera menghapus pertanyaan bodoh itu ketika aku berfikiran seperti itu.
aku segera menghapus pertanyaan bodoh itu ketika aku berfikiran seperti itu.
Menurutku
aku tidak bodoh menunggu mu, hanya saja aku sangat mencintai mu dan selalu
mengharapkan mu kembali, Apakah itu salah? Sebagian teman-temanku berkata itu
salah! Namun aku tidak perduli dengan apa yang dia omongkan itu, aku hanya
menunggu, menunggu , menunggu dan menunggu hingga kamu kembali padaku.
Disuatu
sisi aku selalu ingin memperjuangkan mu, tapi kamu menghilang entah kemana,
sudah cukup lama kamu menghilang dan tak kembali. Ketahuilah aku sangat
merindukan keberadaanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar